Ponorogo, 10 Juni 2026 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sukses menyelenggarakan Gelar Seni Budaya SENYAWA (Seni, Nada, Yatra, Warisan, Aksi, dan Budaya). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam bidang edukasi, seni dan budaya.

Acara yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa dan tamu undangan yang diselenggarakan di Lt 4 Kampus 2 berlangsung meriah. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan secara bergantian, mulai dari tari tradisional, drama kolosal, pembacaan puisi, hingga pameran karya budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi lokal dan nasional.

Dalam keterangan Dadang Wahyu Saputra, M.Sn., (pengampu mata kuliah seni) menyatakan bahwa “Tema SENYAWA dipilih sebagai simbol pertemuan berbagai unsur yang membentuk harmoni. Seni, nada, perjalanan budaya, warisan tradisi, aksi nyata, dan nilai-nilai budaya dipadukan menjadi satu kesatuan yang memperkaya pengalaman belajar mahasiswa PGMI,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Dr. Ali Baul Chusna, M.Si 9Kaprodi PGMI) menyampaikan bahwa “Kegiatan ini  menjadi bentuk komitmen PGMI dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari penguatan identitas kebangsaan. Selaras dengan berbagai program pengembangan seni dan budaya yang selama ini dikembangkan di lingkungan PGMI, mahasiswa didorong untuk menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi dalam pembelajaran di madrasah dan sekolah dasar.”

Melalui penyelenggaraan SENYAWA di tahun 2026 ini, Prodi PGMI berharap mahasiswa semakin percaya diri dalam berkarya, mampu mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia, serta menjadi calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya di tengah arus globalisasi.

 

Admin.