Ponorogo, Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Workshop Desain Pembelajaran Terpadu MI (Menyusun Modul dan LKPD Digital Berbasis AI) di Mini Hall Kampus 2 FTIK. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kompetensi pendidik dan calon pendidik dalam menghadapi transformasi pembelajaran di era digital yang semakin berkembang.

Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Dr. Esti Yuli Widayanti, M.Pd dan Yuli Lapansari, M.Pd, yang membagikan wawasan serta praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam pemaparannya, Dr. Esti Yuli Widayanti, M.Pd, menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Menurutnya, mahasiswa bahkan guru perlu memiliki kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan prinsip-prinsip pedagogis agar proses belajar tetap berpusat pada peserta didik.

Sementara itu, Yuli Lapansari, M.Pd. menjelaskan langkah-langkah praktis dalam merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Digital yang interaktif. Peserta diajak mengenal berbagai platform digital serta memanfaatkan AI untuk membantu penyusunan materi, pembuatan soal, penyajian media pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar.

Menurutnya, LKPD digital memiliki keunggulan dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik karena dapat memadukan teks, gambar, audio, video, dan berbagai aktivitas interaktif dalam satu media pembelajaran. Kehadiran AI juga memungkinkan menghemat waktu dalam proses pengembangan perangkat ajar tanpa mengurangi kualitas substansi pembelajaran.

Pada saat yang sama, Dr. Ali Baul Chusna, M.Si, selaku Kaprodi PGMI menyampaikan bahwa melalui workshop ini, PGMI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan kompetensi calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di lingkungan masing-masing sehingga tercipta pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan.

Admin